Gubernur Sumsel Buka Rembuk Aktivis - Berantas Sumsel

Breaking

Berantas Sumsel

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 20 September 2019

Gubernur Sumsel Buka Rembuk Aktivis


PALEMBANG, BS.COM - Focus Group Discussion (FGD) Rembuk Aktivis dibuka oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru bertempat di Hotel Beston Palembang, Kamis (19/9/2019).

Acara yang digelar selama 3 hari ini dihadiri oleh Gubernur Sumsel, Walikota Palembang, Sekda Kota Palembang, serta Perwakilan Kodam II, Polda Sumsel, serta Aktivis se-Sumsel dan undangan lainnya.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru ketika diwawancarai seusai pembukaan FGD Rembuk Aktivis mengatakan bahwa ini merupakan sebuah peristiwa yang langkah dan ketika langkah ini maka jangan disia-siakan untuk membuahkan hasil rekomendasi guna kemaslahatan bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Mudah-mudahan acara ini berlangsung dengan tertib dan semangat mahasiswa serta semangat kemahasiswaan membangun kritik-kritik konstruktif itu sangat diharapkan seluruh aparat pemerintahan seperti di Provinsi Sumsel ini banyak, bahwa di sini ada beberapa institusi vertikal maupun horisontal yang butuh masukan semua.

Dari rakyat yang ada di desa sampai di kota. Gubernur juga menganggap bahwa peran aktivis merupakan mitra dalam memberikan masukan.

Sedangkan untuk mitra resmi itu ada di parlemen kalau aktivis mitra dalam memberi masukkan riil kondisi yang ada di lapangan.

Gubernur berharap dengan adanya rembuk aktivis ini akan tumbuh silaturahmi dengan pemerintah, rakyat baik yang ada di desa maupun yang ada di kota serta menjadi rekomendasi bagi walikota, bupati, dan gubernur.

Gubernur juga mengatakan bahwa aktivis dapat berkolaborasi dengan TNI, Polri, Kejaksaan dan Instansi Vertikal lainnya dalam memberikan rekomendasi dan masukannya.

Gubernur menegaskan tidak alergi dengan aktivis, karena saya juga pernah jadi aktivis saat masih kuliah dulu.
Suparman Romans, yang merupakan Politisi dan Akademisi menyambut baik dengan terselenggaranya rembuk aktivis ini.
‘’Tentunya saya mengapresiasi karena ini sebuah momen yang langka barangkali dan ini menjadi momen perdana bagi seluruh aktivis di lintas generasi menyamakan visi dan misi mereka dan saya juga berharap ada poin-poin penting yang dihasilkan dari hasil rembukan ini sehingga ada beberapa rekomendasi yang dihasilkan untuk hajat hidup orang banyak,’’ ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rembuk Aktivis Rudi Pangaribuan mengatakan rembuk aktivis ini dilatarbelakangi oleh adanya inisiasi dari teman-teman yang pada awalnya ada kasus maupun peristiwa yang dialami oleh Teman Ade Indra Chaniago di mana dia dilaporkan berdasarkan hal inilah yang menjadi pengikat rasa solidaritas kawan-kawan sesama aktivis. Kedepanberharap tidak ada lagi peristiwa seperti ini dengan menimbulkan gesekan-gesekan dengan aktivis.

Selain itu, Rudy Pangaribuan mengatakan kegiatan ini selain ajang silaturahmi juga diharapkan menghasilkan rekomendasi yang positif.
“Bukan hanya silaturahmi akan tetapi kita berkumpul di sini untuk mencari ide cemelang yang nantinya kita akan sampaikan pada pemerintah daerah,” tutupnya.

Salah satu peserta rembuk dari LP Tipikor Nusantara Sumsel, Aliaman SH berharap melalui rembuk aktivis ini akan diperoleh visi yang sama dari peserta dalam menyikapi masalah. ‘’Jangan sampai dari rembuk ini justru timbul kelompok-kelompok aktivis,’’ terangnya singkat. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here