Baru Dibangun Pendistrian dan Fasilitas Gerbang Muara Enim Mulai Rusak - Berantas Sumsel

Breaking

Berantas Sumsel

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 08 Januari 2020

Baru Dibangun Pendistrian dan Fasilitas Gerbang Muara Enim Mulai Rusak


MUARA ENIM, BS.COM - Pekerjaan proyek Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan dinilai warga asal-asalan saja. 

Pasalnya, pekerjaan yang seharusnya ditunggu-tunggu hasilnya oleh masyarakat Kabupaten Muara Enim tersebut justru pembangunan pedestrian dan fasilitas penunjang gerbang selamat datang yang berlokasi di Jalan Raya Muara Enim-Palembang, hasilnya mengkecewakan banyak warga.

Dimana proyek dengan nilai tak sedikit digelontorkan pemerintah APBD/P 2019, yakni Rp 8,257 milyar lebih, dan lama pekerjaan selama 75 hari kalender. Dan dengan pelaksana CV Karya Nusantara dinilai sangat mengecewakan.

Pantauan awak media dilapangan, pekerjaan tersebut usai dibangun baru berapa hari sudah mengalami kerusakan, dan tampak amblas turun disalah satu tempat tersebut.
"Hal ini tentu sangat disayangkan, padahal anggaran tersebut milyaran rupiah. Seharusnya pekerjaan tersebut menjadi salah satuh contoh pekerjaan yang patut diacungi jempol yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kabupaten Muara Enim. Namun disayangkan hasilnya tidak sesuai yang diharapkan warga kita," ujar Danu dan Aji keduanya merupakan warga Kota Muara Enim saat dikonfirmasi.

Saat membincangi para pekerja di lapangan soal memperbaiki trotoar yang turun, ini kenapa pak?. Ini merenyak alias tanah turun, jawab salah satu pekerja kepada media ini.

Sementara Ketika dikonfirmasi ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Muara Enim, di ruang kerjanya Alek selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dimana adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang atau jasa mengatkan kepada awak media membenarkan adanya penurunan tanah timbunan tersebut.
"Yang mengakibatkan trotoar turun dan juga amblas disebabkan resapan dari air hujan turun sejak beberapa hari terakhir ini. Sehingga hal ini membuat kondisi tanah timbunan memadat," kata Alek.

Lanjutnya, timbunan itu hanya berjarak sebulan, sedangkan kalender pekerjaan 75
 tentu akibat dari curah hujan yang tinggi mengkibatkan tanah timbunan memadat.
Sebenarnya dari bulan Desember 2019 disaat pekerjaan sudah terlihat penurunan tanah timbunan, namun saya mengatakan untuk dibiarkan dulu, nanti masih ada masa perawatan pemeliharaan pekerjaan," ucap Alek.
"Pihak Kontraktor CV. Karya Nusantara masih bertanggung jawab sepenuhnya dalam pekerjaan tersebut, karena masih pemeliharaan.
Untuk sementara itu, kalau untuk lampu taman memang sengaja belum kita pasang, karena takut hilang, nanti kita pasang setelah pekerjaan pemeliharan memang benar- benar selesai," tuturnya.
"Saat diminta statmen video Alek menolak, "jangan dulu kalau video nanti saya dimarah atasan (Kadin Perkim) coba langsung ke kadin saja," tutup Alek.

Danu dan Rawal, menilai pembangunan tersebuy bagimana ini, masak baru berapa hari pekerjaan kelar, sudah amblas (turun).

Nah, apakah pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan standar pekerjaan/mengejar hari kalender sehingga pekerjaan tersebut terburu- buru dan belum pas perhitungannya. mereka.
"Takutnya nanti pembangunan pedestrian dan fasilitas penunjang gerbang selamat datang yang dibuat dengan dana milyaran ini, tidak akan bertahan lama, kita lihat saja nanti sampai atau tidak habiskan 6 bulan kedepan," keluh mereka berdua kepada media ini dikonfirmasi terpisah. (Junaidi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here