Tidak Ada Petahana yang Unggul Elektabilitas Pilkada 2020 - Berantas Sumsel

Breaking

Berantas Sumsel

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 04 Juli 2020

Tidak Ada Petahana yang Unggul Elektabilitas Pilkada 2020


MUSI RAWAS, BS.COM - Sejumlah calon Bupati Petahana pada Pilkada 2020 di 7 Kabupaten se-Sumsel diprediksi akan tumbang. Pernyataan itu disampaikan Abdul Karim, peneliti utama Lembaga Nusantara Institut, dalam siaran persnya, yang diselenggarakan disalah satu rumah makan di Plaju, Palembang, Sumatera Selatanbelum lama ini.
“Temuan ini kami dapatkan dari survei pada tanggal 22 sampai 28 Juni 2020 lalu,” sebut Abdul Karim, Sabtu (4/7/2020) dikutip dari Sumateranews.co.id.

Menurut Abdul Karim, seperti yang dikutip dari Radarsumsel.com, penyebab petahana diprediksi akan tumbang, karena angka kepuasan publik terhadap kinerja bupati rata-rata dibawah angka 60 persen.
“Survei ini adalah survei awal yang melihat kondisi umum, tentu kedepan kami akan melanjutkan kembali survei secara mendalam dengan menggali pertanyaan yang lebih banyak untuk memetakan disetiap kabupaten,” ujar Mantan Ketua Umum HMI Cabang Palembang ini.

Lebih lanjut Karim menyebutkan, kendati dalam satu kabupaten hanya satu pasang calon petahana saja bakal melawan kota kosong, namun dari temuan survei lembaganya tidak ada yang melampaui angka 50  persen plus 1, artinya incumbent jangan jumawa bisa jadi tumbang melawan kota kosong.

Selanjutnya, dia mengatakan, dari hasil survei terbaru lembaganya, Calon Petahana Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan berada dalam posisi tidak aman karena selisih dengan calon penantang 6 persen.

Berdasarkan rilis hasil survei Nusantara Institute Elektabilitas Calon Petahana Bupati Musi Rawas, Hendra Gunawan diangka 28 persen, sementara elektabilitas calon penantangnnya Firdaus Cik Olah berada diangka 22 persen atau selisih 6 persen dengan petahana, lalu disusul, Ratna Mahmud Amin 19 persen dan Akmaludin 7 persen.

Kemudian soal kepuasan masyarakat terhadap hasil kerja petahana berada diangka 58 persen, dan 37 persen masyarakat tidak puas dengan kinerja petahana.

Bahkan, lembaga survei ini pun merilis hasil survei simukasi jika calon petahana Hendra Gunawan (H2G) melawan kotak kosong, maka petahana meraih 35 persen dan kotak kosong 29 persen.

Sebaliknya, dari hasil survey terbaru ini juga menyebutkan elektabilitas calon Bupati Musi Rawas, Fidaus Cik Olah (FCO) terus meningkat dan mengejar calon bupati petahana serta melampaui Ratna Machmud.

Hal ini tentu menjadi lampu kuning bagi calon petahana dan lampu hijau bagi calon penantang khususnya FCO, karena jika melihat grafik elektabilitas keduanya hanya selisih 6 persen.

Terpisah, Firdaus Cik Olah saat dimintai tanggapannya terkait hasil survei ini mengatakan bahwa hasil survei tersebut bisa dijadikan gambaran bahwa  masyarakat di bumi Lan Serasan Sekentenan menginginkan Bupati Musi Rawas baru yang lebih baik.
“Alhamdulilah saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat untuk Musi Rawas yang lebih baik. Perubahan itu berawal dari desa untuk Musi Rawas,” kata FCO.

Berikut hasil survei lembaga survei Nusantara Institute (Musi Rawas) :

Kinerja Bupati Puas 58 persen, Tidak puas 37 persen, Tt/Rahasia 5 persen. Lalu, elektabilitas Calon Bupati-Wakil Bupati Hendra Gunawan 28 persen, Firdaus Cik Olah 22 persen, Ratna M Amin 19 persen, dan Akmaluddin 7 persen. Tt/Rahasia 24 persen.

Dalam simulasi melawan Kota Kosong Hendra Gunawan 35 persen dan sementara Kotak Kosong 29 persen. Tt/Rahasia 36 persen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here