19 Kelurahan dan 5 Kecamatan Dapat Wifi Gratis - Berantas Sumsel

Breaking

Berantas Sumsel

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 09 Agustus 2020

19 Kelurahan dan 5 Kecamatan Dapat Wifi Gratis


// Pemerintah Bantu Daring Bagi Siswa Tak Mampu

PRABUMULIH, BS.COM - Demi mendukung proses kegiatan belajar mengarjar (KBM) daring alias online ditengah Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), khususnya bagi pelajar kurang mampu yang berat membeli kuota internet Dimana, Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, Sumatera Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) telah menyediakan fasilitas wifi (internet) gratis kepada sebanyak 19 kelurahan dan 5 Kecamatan dalam wilayah kota ini.
"Itu kelurahan dan kecamatan terdiri dari Kecamatan Prabumulih Utara, Prabumulih Timur, Prabumulih Selatan, Prabumulih Barat, dan Kecamatan Cambai," ujar Walikota (Wako) Prabumulih, Ir, H, Ridho Yahya MM diwakili Kepala Dinas (Kadin) Kominfo Drs, Mulyadi Musa Msi, Minggu (8/8/2020).

Selanjutnya kata Mulyadi Musa, sedangkan penyebaran jaringan wifi di kelurahan seperti Kelurahan Gunung Ibul (GI), Gunung Ibul Barat (GIB), Muntang Tapus, Pasar I dan Pasar II, Prabumulih, Prabu Jaya, Tugu Kecil, Wonosari dan Kelurahan Anak Petai.

Bukan cuma itu, juga Kelurahan Sukajadi, Tanjung Raman, Cambai, Sukaraja, Mangga Besar (Mabes), Karangraja, Muaradua, Majasari serta terakhir Kelurahan Patih Galung.
“Fasilitas free wifi ini disediakan setiap hari termasuk hari libur. Fasilitas free wifi ini akan terus diperluas termasuk kawasan taman prabujaya," tambah pria mantan Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Perhubungan kota ini.
"Terkait teknis pemakaian wifi gratis ini, memang terbatas jumlahnya karena dimasa pandemi ini harus mengedepankan protokol kesehatan. Jumlah penggunanya diatur pihak kelurahan dan kecamatan," imbuh dia.

Walikota Prabumulih, Ir, H Ridho Yahya MM menyebutkan dengan adanya wifi gratis di kelurahan/kecamatan ini harus betul-betul dimanfaatkan dengan baik buat membantu pelajar belajar berasal dari keluarga kurang mampu," tegas bapak 3 anak tersebut sambil mengatakan hal ini bentuk kepedulian dan perhatian pemkot menyikapi siswa kurang mampu tidak punya duet membeli kuota internetan. "Nah, kalau keinginan mereka (siswa, red) kita ingin kembali belajar tatap muka haruslah dengan menerapkan protokol kesehatan. Tetapi, soal hal ini barulah dibolehkan pemerintah jika staus kota kembali kezona hijau Covid-19 nanti," pesannya. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here