Kasus Pelecehan Seorang Gsdis Diselesaikan Cara Kekeluargaan - Berantas Sumsel

Breaking

Berantas Sumsel

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 31 Agustus 2020

Kasus Pelecehan Seorang Gsdis Diselesaikan Cara Kekeluargaan


// Warga Khawatir Kasus Serupa Terjadi Lagi


MUARA ENIM, BS.COM - Oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Tanjung Baru, Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan berinisial SS diduga melakukan pelecehan kepada seorang gadis berinisial VV asal warga desa yang sama.

Dugaan pelecehan terungkap saat awak media mendapatkan informasi telpon seluler dari salah seorang warga di Desa Tanjung Baru tersebut karena korban VV diduga menjadi korban pelecehan dari oknum Sekdes bernisial SS itu.

Hasil konfirmasi terkait dugaan pelecehan oleh oknum sekdes kepada seorang gadis di Desa Tanjung Baru Kecamatan Lembak tersebut, pada (28/08), lalu. Kemudian para awak media pun langsung menuju kediaman VV, yang diduga telah menjadi korban pelecehan oknum Sekdes Desa Tanjung Baru saat dikediamannya awak media bertemu M, ayah terduga korban, beserta kakek dan pamannya.

Nah, ketika ditanya terkait dugaan pelecehan yang dilakukan seorang oknum sekdes terhadap anaknya itu, M hanya terdiam dan tak menyebutkan benar atau tidak kejadian tersebut.

Namun pertanyaan wartawan disanggah oleh R, selaku kakek korban, dimana R mempertanyakan dari mana kabar tersebut didapat.
“Kalian dapat berita itu dari mana?, tanya R kepada para awak media.

M, orang tua (kiri) dan kakek terduga korban pelecehan (kiri)
Atas dasar perlindungan terhadap nara sumber, para awak media pun tak bisa menyebutkan sumber berita tersebut.

Mendengar jawaban dari awak media, R pun mengatakan berita itu tak perlu dilanjutkan, karena tidak jelas sumbernya. “Kalau begitu ceritanya, tidak perlu panjang bercerita, saya mau pulang, karena ini sudah akan masuk waktu magrib," tegas R kepada awak media dengan nada sedikit meninggi.

Ketika ditanya kembali soal kepastian berita tersebut kepada M, selaku orang tua kandung terduga korban, M tetap diam dan tak bisa menjawab. Karena tidak ada jawaban dari M, para awak media pun bergegas menuju rumah SS terduga pelaku, namun SS sedang tidak ada di kediamannya. Begitupun ketika awak media ingin mengkonfirmasi perihal berita tersebut ke kades, kadesp un sedang tidak ada di rumahnya.

Keesokan harinya, Sabtu (29/8/2020), para awak media akhirnya bisa menemui kades, untuk dimintai konfirmasi terkait dugaan pelecehan yang dilakukan oknum sekdes tersebut.

Rusyadi, selaku kades Tanjung Baru mengatakan, memang benar SS melakukan tindakan memegang tangan dan merangkul VV, namun kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Ceritanya SS ini memegang dan merangkul VV, tapi hal ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan, jadi tak perlu dibesar-besarkan," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan SS, selaku terduga, ketika dikonfirmasi via telepon menyebutkan bahwa benar apa yang dikatakan kades (memegang dan merangkul), namun SS mengatakan hal ini sudah diserahkannya kepada kades, dan ia berharap kasus ini tidak perlu dipublikasikan.
“Saya sudah menyerahkan sepenuhnya hal ini kepada kades, tolong perihal ini jangan dipublikasikan.”, ungkapnya kepada awak media.

Meskipun kasus dugaan pelecehan yang diduga dilakukan oknum Sekdes Tanjung Baru tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan, namun warga Desa Tanjung Baru tetap merasa khawatir atas isu yang beredar dikalangan masyarakat Desa Tanjung Baru tersebut. Mereka takut apabila dikemudian hari, hal serupa akan terjadi lagi dan menimpa salah satu keluarga mereka, karena yang terduga dalam kasus tersebut merupakan oknum sekdes yang notabanenya adalah pejabat di desa mereka.

Dimana seharusnya bisa menjadi tauladan dan memberikan contoh yang baik, bukan malah sebaliknya.
“Kami khawatir pak, apabila kasus ini didiamkan dan tidak ada tindaklanjut, hal seperti ini akan terulang lagi dikemudian hari, bukan tidak mungkin hal serupa akan menimpa salah satu anggota keluarga kami," ungkap salah satu warga setempat didampingi sejumlah warga lainnya yang tak ingin disebutkan namanya itu. (Junaidi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here