Omset Pedagang Bendera Turun Drastis - Berantas Sumsel

Breaking

Berantas Sumsel

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 12 Agustus 2020

Omset Pedagang Bendera Turun Drastis


PRABUMULIH, BS.COM - Sejak Indonesia dilanda wabah penyakit Virus Corona Disease (Covid-19) berapa bulan terakhir hampir roda perekonomian usaha warga merosot tajam. Tak terkecuali hal ini juga pun sebaliknya dirasakan pedagang bendara 17 Agustusan tahun ini.

Seperti halnya dialami Dadang (36), yang rutin menjualkan barang dagangan bendera 17 Agustusan di Jalan Padat Karya, Kelurahan Gunung Ibul (GI), Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih Sumatera Selatan (Sumsel).
"Sepi pembeli bendera sejak corona ini mas," ungkap pria asal Bandung tersebut, ketika dibincangi Berantas Sumsel.com, Rabu (12/8/2020).

Diakunya, tahun sebelumnya biasa para pedagang omsetnya meningkat atau setidaknya minimal stabillah hasil jualan bendera setiap memperingati hari kemerdekaan.
"Nah, justru lantak Virus Corona Disease (Covid-19) tahun ini atau Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-75, omset dagangan kami turun drastis," keluhnya.

Biasanya dagangannya laku ratusan bendera setiap hari, dan dengan harga minimal Rp 30 ribu perbendera tergantung ukuran.
"Tapi sekarang paling laku sekitar 15 bendara perharinya. Jangankan mau dapat untung mas. Buat ongkos balik ke Bandung saja masih kurang," tambahnya.

Ia menambahkan, kurangnya masyarakat membeli bendera ini diakuinya akibat perekonomian warga pun juga sebaliknya merosot. Dan, selain itu warga masih menyimpan bendera lama milik mereka yang layak dipakai.
"Terlebih lagi saya mau bayar kontrakan di daerah Mangga Besar (Mabes), Prabumulih Utara selama berjualan disini. Sedih mas kita," tutur ayah memiliki satu anak sambil menyebutkan berbagai ukuran bendera dan spanduk diambilnya dari produksi rumahan di Garut, Jawa Barat dengan cara bagi hasil komisi.

Salah satu pedagang, Ron (34), dikonfirmasi terpisah mengaku sebuah bendera ukuran sedang dibelinya seharga Rp 25 ribu.
"Tadi harga bendera itu Rp 30 ribu. Terus aku tawar Rp 25 ribu perbuah. Alhamdulillah harga tawaran aku dikasihkan si penjual bendera," tukas ayah satu anak, bendera tersebut dipasangkan buat di rumah miliknya di Perumnas Cahaya Prabu Indah (CPI) 1 Gunung Ibul. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here