- Berantas Sumsel

Breaking

Berantas Sumsel

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 18 Juli 2019


#Soal Tingkatkan Harga Jual Karet

MURATARA, BS.COM - Wakil Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Beni Hernedi menyambut kunjungan kerja Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), yakni H Devi beserta jajarannya, dalam rangka studi banding mengenai Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB) di Desa Cipta Praja Kecamatan Keluang, Rabu, (17/7/2019) kemarin.

Orang nomor dua di Musi Banyuasin tersebut menyambut baik studi banding, dan berharap dari kunjungan itu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta kebijakan Pemkab Muratara untuk meningkatkan harga jual komoditas karet.
“Mudah-mudahan kolaborasi ini dapat bermanfaat sebaik-baiknya bagi kedua daerah,” harapnya.

Ia menjelaskan dari luasan Kabupaten Muba ditanami sawit dan karet, dimana 350 ribu hektar kebun karet 85 persen milik rakyat, dan kurang lebih 400 ribu hektar kebun sawit yang 60 persen milik perusahaan.
“UPPB ini dibentuk sebagai salah satu langkah kita untuk meningkatkan harga jual karet rakyat karena lima tahun terakhir harga karet menurun,” tuturnya.

Selain UPPB, lanjutnya, dalam penyerapan hasil karet rakyat Pemkab Muba akan membangun jalan dari aspal campur karet, dan menghadirkan hilirisasi.
“Tahun ini juga 2 Hektar (Ha) kita melakukan pemerajaan karet rakyat yang sudah tua, beserta memberikan bantuan bibit,” ungkapnya.

Ketua UPPB Desa Cipta Praja Suprih Giyono mengatakan UPPB tersebut dibentuk sejak 2015, hingga saat ini telah beranggotakan 550 orang petani karet.
“Perminggu kita melakukan pelelangan 40-45 ton hasil karet masyarakat, yang membelinya dari perusahaan dari dalam dan luar daerah, dengan harga jual rata-rata mencapai Rp 9,680 perkilogram,” tukasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara H Devi Suhartoni menyebutkan dari studi banding itu menjadi tonggak sejarah untuk mendirikan UPPB di Muratara dengan harapan juga dapat mengangkat harga jual karet.
“Di Muratara sekarang harganya Rp 6 ribu, disini mencapai Rp 9 ribu. Inilah tujuan kami belajar datang kesini. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Muba yang telah menyambut kami dengan baik dan ilmu yang diberikan,” kata dia. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here