Coffee Trip Cara KADIN dan ASATI Mempopulerkan Kopi Indonesia - Berantas Sumsel

Breaking

Berantas Sumsel

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 20 Agustus 2019

Coffee Trip Cara KADIN dan ASATI Mempopulerkan Kopi Indonesia



KENDAL, BS.COM - Cara lain Kadin Indonesia, Dewan Kopi Indonesia dan Asati memaknai hari kemerdekaan dengan bersepakat untuk mempopulerkan kopi Indonesia melalui Coffee and Tourism dengan Program Coffee Trip.

Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar dunia, sudah selayaknya mempunyai kiat lain untuk diperkenalkan keseluruh dunia agar memberikan keuntungan dan manfaat bagi petani dan masyarakat sekitar perkebunan kopi itu sendiri dalam bentuk coffee trip.
“Sesungguhnya kebun kopi itu adalah agrowisata, eduwisata bahkan menjadi wisata budaya karena keunikan dan kebiasaan yang menjadi budaya masyarakat setiap daerah dalam penyajian sampai penyeruputan kopi," ungkap Ketua Umum Assosiasi Sales Travel Indonesia (ASATI), M Syukri Machmud yang ketika diwawancarai media dari IMO-Indonesia Sabtu, (17/08/2019) lalu dilokasi panen raya Lereng Gunung Prau Dusun Jambean, Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo kabupaten Kendal Provinsi Jawa tengah.
“Coffee trip akan menjadi lebih menarik jika dikombinasikan dengan petualangan sesuai dengan kondisi alam yang dimiliki seperti, trekking, hiking, biking, downhill, offroad, arung jeram, paralayang bahkan balon udara," imbuhnya.
“Panorama alam dan sejuknya udara pegunungan serta keramahan masyarakat petani kopi menjadi kesan tersendiri bagi wisatawan," tambah Ketua Dewan Kopi Indonesia, Anton Apriantono.

Sebagai leading sector perekonomian Indonesia, Pariwisata menjadikan locomotive untuk memperkenalkan kopi kepada wisatawan domestic maupun mancanegara dengan membangun dan memprkenalkan desa wisata yang berada di sekitar perkebunan kopi Robusta atau Arabika didataran tinggi.

Menurut Racha, perwakilan Kadin dibidang exportir kopi Indonesia, coffee trip adalah sangat cocok karena kebanyakan buyer yang datang dari mancanegara selain melihat langsung perkebunan dan dialog dengan petani juga mereka sangat menikmati suasana alam sekitar serta keingin tahuan kehidupan sosial dan budaya masyarakat serta kuliner setempat. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here