IMO-Indonesia Apresiasi Kunjungan Kebangsaan Ketua MPR RI - BERANTAS SUMSEL

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 19 Desember 2019

IMO-Indonesia Apresiasi Kunjungan Kebangsaan Ketua MPR RI


JAKARTA, BS.COM - Kebangsaan yang dilakukan oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam rangka menyejukan suhu politik agar tidak terlalu panas menyengat, namun juga tidak hujan terlalu lebat mendapat apresiasi dari IMO-Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua umum IMO-Indonesia Yakub Ismail kepada media ketika ditanya tanggapannya terkait silaturahmi kebangsaan ke berbagai elemen masyarakat oleh Metua MPR RI Bambang Soesatyo bersama pimpinan MPR lainnya.

Yakub menuturkan bahwa apa yang dilakukan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo patut diapresiasi. Ia merupakan salah satu tokoh dan petinggi negara yang mampu melakukan komunikasi secara langsung dengan berbagai lapisan masyarakat, maka dalam menjalankan rekomendasi MPR RI 2014 hingga 2019 untuk melakukan amandemen terbatas terhadap UUD NKRI 1945 guna menghadirkan Pokok-Pokok Haluan Negara. Terlebih, ia juga dengan lugas pun pula melakukan safari kebangsaan yang diterima oleh banyak pihak dan kalangan.

Bahwa dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat secara lebih luas mengenai kiprah Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.
"IMO-Indonesia sebagai organisasi badan usaha media online yang anggotanya tersebar di berbagai wilayah tanah air terus melakukan pemberitaan dalam perkembangannya," ujar Yakub Kamis, (19/12/2019) pagi di Jakarta.

Sebagaimana diketahui, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama pimpinan MPR lainnya telah bersilaturahim dengan mengunjungi Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, pimpinan partai politik, organisasi kemasyarakatan seperti PBNU, Muhammadiyah, hingga para purnawirawan dan media massa. Adapun berbagai elemen bangsa lainnya akan terus dikunjungi oleh Bambang Soesatyo dan pimpinan MPR untuk dapat menyerap aspirasi mengenai amandemen.
"Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melakukan safari bahwasanya untuk dapat bersilaturahim dengan banyak pihak seraya berkomunikasi secara langsung agar dapat menyamakan pandangan serta menyerap berbagai masukan publik tanpa satupun unsur masyarakat yang tak didengar dan tak dilibatkan. Hal tersebut menjadi cermin budaya bangsa kita dalam melakukan komunikasi secara harmonis dengan melibatkan berbagai pihak dalam hal penyempurnaan konstitusi agar kehidupan berbangsa dan bernegara kita semakin membaik," tukas Yakub. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here