Sakit Hati Pelaku Bacok Ketua Masjid dengan Parang - Berantas Sumsel

Breaking

Berantas Sumsel

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 12 September 2020

Sakit Hati Pelaku Bacok Ketua Masjid dengan Parang


KAYUAGUNG, BS.COM - Dendam dan sakit hati membuat Mahyudin melupakan tugasnya bermunajat kepada Allah SWT. Justru disaat orang sibuk menyungkurkan keningnya kepada Allah SWT, ia berusaha membunuh ketua masjid tempat tinggalnya. 

Muhammad Arif yang menjadi korban berdarah pelaku terjadi, Jumat (11/9/2020), sore, lalu, sekitar pukul 18.10 WIB. Terlebih, saat Arif dalam keadaan Sholat Maghrib berjamaah, Mahyudin secara tiba-tiba masuk ke masjid.

Ia mendatangi Muhammad Arif yang sedang melafalkan ayat-ayat suci alquran kepada Allah SWT. Tanpa pikir panjang Mahyudin mengayunkan parang telanjang yang sengaja dibawanya.

Parang itu segera diarahkan ke leher korban. Prak...prak..Mahyudin pun membacok dua kali ke kepala dan bawah telinga kanan korban.

Muhammad Arif pun tergelimpang mendapat dua bacokan tersebut. Dari dua lukanya yang menganga, muncrat darah segar yang membasahi ruang salat masjid itu.

Yang jadi pertanyaan, mengapa Mahyudin tega menganiaya ketua masjid tersebut?. Dari hasil pelacakan, sebelumnya Mahyudin sakit hati atas kebijakan yang diberlakukan Arif terhadap dirinya.

Menurut Abu Nawas (34) dan Nurhasana (55), sebelum kejadian, korban menyuruh pelaku untuk menyerahkan kunci kotak amal kepada bendahara masjid.

Kedua saksi tidak mengetahui secara pasti, mengapa Muhammad Arif menyuruh Mahyudin agar menyerahkan kunci kotak amal tersebut kepada bendahara masjid.
“Bisa jadi dia (pelaku, red) sakit hati ketika disuruh menyerahkan kunci ke bendahara masjid. Maka terjadilah penganiayaan itu,” ujar Abunawas, salah satu saksi mata.

Setelah melakukan dua kali pembacokan ke kepala korban, Mahyudin segera meninggalkan korban yang tergeletak bersimbah darah.

Para jamaah kaget setengah mati. Sholat pun terhenti. Mereka segera memburu kearah tubuh Arif yang tergeletak mandi darah. Sedang beberapa jamaah lainnya mengejar pelaku.

Setelah diketahui bersembunyi di rumah tetangga, Mahyudin dibekuk polisi. Parang sepanjang sekitar 60 centi meter itu pun disita sebagai barang bukti. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here