Terkait Rubella, Dinkes Gencar Berikan Sosialiasi ke Sekolah

Berantas Sumsel
By -
0

PRABUMULIH, Berantassumsel.com - Kini pemerintah disibukkan menangani urusan penyakit campak atau lebih dikenal dengan nama penyakit rubella.

Bila mana penyakit tengah ngetren membawa kematian terjadi diberbagai daerah Indonesia tersebut, jika terlambat disosialisasi kepada masyarakat, atau sekolah dalam hal ini targetnya yakni siswa sekolah di Kota Prabumulih ini.
"Dikhawatirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih lewat Dinas Kesehatan (Dinkes) kita, jangan sampai terjadi bagi warga di kota ini," ujar Kepala Dinkes Prabumulih, Dr Rusmini melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan, Pengendalian dan Penyakit (P2P) Imawati SKM, MSi dibincangi Sumselnews, Sabtu (22/9/2018) di sela-sela memberikan sosialiasi penyakit rubella kepada siswa SMP Muhammadiyah.

Dengan maksud pihaknya memberikan sosialisasi langsung kepada siswa tersebut terkait berbagai materi penyakit rubella ini.
"Mereka (siswa, red) ini diharapkan bantuannya bisa menjadi perpanjangan kita diluar. Sehingga, terkait pengetahuan kasus penyakit ini bisa disampaikan mereka disekitar tempat tinggalnya," ungkapnya wanita berjilbab tersebut.
"Terutama yang menjadi target penyakit ini, yaitu buat ibu hamil," imbuhnya.

Guna mengantisipasi seseorang dikemudian hari jangan sampai terkena penyakit ini. Khusus bayi yang baru lahir dan hingga berusia 15 tahun.
"Harus rutin diberikan suntik imunisasi dari kecil. Dan, suntik imunisasi rubella kita ini adalah hanya tambahan saja buat menghindari penyakit mematikan itu," terangnya.

Ketika disinggung apakah sejauh ini ada masyarakat terindikasi penyakit, yang bisa membuat kerusakan tubuh seperti buta dan tuli atau pekak.
"Itu hal, sejauh ini kita belum mengetahuinya. Kemungkinan ada, dan juga sebaliknya tidak ada," kata dia.
"Nah, cara suntik rubella ini. Pasien kita tak dalam keadaan sakit. Setelah badan seminggu fit. Barulah suntik itu bisa dilakukan. Dengan tujuan, guna memanimalisir komplikasi penyakit lain sebagainya dialami pasien bersangkutan itu," tambahnya.

Kepala SMP Muhammadiyah Jaliah SPd melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum (Wakakurikulum) Sundari menyebutkan, pihaknya mensupport pihak Dinkes Kota Seinggok Sepemunyian gencar memberikan sosialisasi ke sekolahnya, ataupun di sekolah lainnya yang ada.
"Kalau di sekolah kami ratusan murid ini mulai dari kelas 7, 8 dan hingga 9 wajib ambil bagian dalam materi kegiatan ini, yang hanya berlangsung sehari saja. Sistemnya kita bagikan dua gelombang," tukasnya.
"Dengan harapan, apa-apa seputaran bekal materi yang diberikan Dinkes kita kepada mereka. Nantinya, bisa disampaikan ke warga dilingkungan tempat mereka masing-masing, untuk mengatasi penyakit ini," pungkasnya perempuan merupakan seorang guru kelas IX seraya mengatakan di sekolahnya terdapat 13 ruangan belajar di tahun ini. (Bakron)
Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)