Jalan Poros Warga Napal Licin Rusak Parah, Desak Pemerintah Tegas Soal PETI di Ulu Rawas

Redaksi BS
By -
0





MURATARA, BS.COM - Pepatah mengatakan "Sudah jatuh, ketimpah tangga lagi". Itulah pepatah pantas kini dirasakan warga Kabupaten Muratara, khususnya warga berdomisili di Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan. Betapa tidak, sejak sekitar tiga bulan terakhir diduga aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menjamur bak jualan kacang, yang tahun lalu sempat vakum dari aktivitas pertambangan tersebut. 


Akibat exavator rolling  PETI tiada mengguna trado mondar-mandir masuk ke lokasi tambang tentu sejumlah titik jalan utama di desa maupun kelurahan di wilayah dalam kecamatan tersebut rusak parah. Dengan demikian, hal tersebut mengakibatkan aktivitas keseharian warga mengandalkan akses jalan utama sedikit terhambat. Yang mana, sebelumnya menurut warga jalan utama di dusun mereka ber-aspal, kini seperti bak kubangan kerbau. Terlebih lagi, kalau sejumlah titik akses jalan perlitasan aktivitas kendaraan penambang saat hujan tentu becek dan licin. Nah, jika tak ekstra hati-hati, khususnya pengendara bermotor roda (R2) bisa terbalik melintas di jalan tersebut. 



Sementara itu, kerusakan jalan dikeluhkan selama ini menurut warga, hingga sejauh ini belum ada tanggapan dan perhatian serius pihak pemerintah setempat maupun sebaliknya pula pihak-pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara terkait. Diakui warga, seolah-olah mereka menututup mata dan telinga terkait jeritan hati warga yang tidak tahu-menahu dengan permasalahan tambang ilegal melanggar hukum itu. Apalagi disampaikan masyarakat, mustahil seperti pemerintah terutama kepala desa (kades), lurah, serta pihak kecamatan tiada tahu persis soal aktvitas penambang keluar-masuk ke wilayah mereka. 


Menariknya lagi, menyangkut aktivitas tambang menguntung sekelompok oknum tak bertanggung jawab tersebut, timpal masyarakat, justru menilai pemerintah saling lembar batu sembunyi tangan. Artinya, mereka tidak ambil pusing serta tak mau saling disalahkan satu sama lain dan hanya menuruti petunjuk arah maju-mundurnya detakan jam saja. 


Terkait seperti keluhan berbagai masyarakat tersebut, Senin, (18/5), media ini kroscek ke lapangan. Salah satunya, yakni di jalan penghubung antara Desa Sosokan-Desa Napal Licin atau tepatnya di Tebing Sungai Rantau kerusakan jalan sekitar 100 meter diduga akibat exavator rolling tiada menggunakan trado tersebut. 


Setidaknya hal tersebut dikeluhkan sopir taxi desa selalu harap-harap cemas dengan keadaan jalan dilalui mereka tersebut, yang kian hari cukup memperihatikan. Mengingatkan jalan tersebut merupakan jalan utama demi menggais rezeki untuk keluarga mereka. Apalagi kondisi sekarang pencarian mereka serba sulit, serta disisi lain pula ditambahi harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran terus melonjak tajam.

"Nah, lihatlah sendiri pak wartawan itu yang motornya terbalik merupakan salah satu oknum penambang emas itu sendiri akibat licinnya jalan ini," sebut pria yang enggan dituliskan namanya itu, ketika dibincangi media ini, Senin, (18/5/2026). 



Akibat jalan tersebut licin sampai-sampai oknum penambang terpaksa banting setir mendorong motornya naik dan turun tebing Jembatan Sungai Rantau itu.

"Itukan namanya senjata makan tuan. Tapi mereka (oknum) penambang enak mendapatkan uang banyak dari hasil usaha ilegalnya. Nah, kalau kami masyarakat di sini cuma mendapatkan kado istimewa rusaknya jalan poros kami," geram lelaki berinisial LA dengan nada kesal didampingi sejumlah warga lainnya.

"Seharusnya pihak-pihak terkait harus bertindak tegas menanggapi permasalahan tambang berlarut-larut meresahkan warga banyak dengan menguntungkan kepentingan segelintir kelompok oknum-oknum tak bertanggung jawab itu. Dengan harapan, ke depan tambang itu tiada merajalela lagi nanti seperti  dikeluh-kesahkan masyarakat Kecamatan Ulu Rawas, juga sebaliknya di daerah Rawas Ulu selama ini," tambah dia. 



Sedangkan seorang oknum penambang emas berinisial LI terjatuh dari motor oleh akses jalan licin dan berlumpur di jalan itu, ketika diminta keterangan awak media ini menyangkut kerusakan jalan dikeluhkan warga tidak memberikan tanggapan. Tak cukup berhenti di situ saja, kepala dusun (kadus) setempat maupun Kepala Desa (Kades) Napal Licin, Asnawi, serta  Camat Ulu Rawas sama halnya tak memberi tanggapan ketika dimintai keterangan, sementara hand phone (HP) miliknya dalam keadaan aktif. 


Pantauan media ini di lapangan, juga kerusakan jalan tersebut di daerah lain diduga akibat lalu-lalang kendaraan PETI di Ulak Jembatan Sungai Bahan Desa Kemang Muara Kuis. Di mana tampak kedua kendaraan mobil kesulitan melintas di jalan tersebut. Dan, terlihat juga sebuah truk diesel nyaris terpelosok, beruntung berkat ketangguhan pertolongan warga mobil ditarik pakai rantai berhasil dievakuasikan. (Sugi)



Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)