Lewat FGD "ATAM" Evaluasi Rancangan SCM Pupuk Subsidi

Redaksi BS
By -
0



PALEMBANG, BS.COM - Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Evaluasi Rancangan Arsitektur Sistem SCM Pupuk Bersubsidi dengan blockchain menggunakan metode ATAM”, dilaksana pada Selasa, (28/4/2026). 


Kegiatan tersebut berpusat di Ruang Meeting Prof Zainuddin Ismail, Gedung Bochari Rachman 1, Kampus Universitas Bina Darma (UBD), Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). 


Di mana kegiatan itu merupakan bagian proses penyelesaian disertasi dilakukan Merry Agustina, MM, M, Kom, mahasiswa Program Doktoral (S3) pada Program Studi Ilmu Teknik, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya. Disertasi ini dibimbing Prof Deris Stiawan, MT PhD, IPU, ASEAN Eng selaku Promotor dan Dr Yesi Novaria Kunang, ST, M, Kom sebagai ko-promotor. 



FGD tersebut resmi dibuka M Izman Herdiansyah, ST, MM, PhD selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Bina Darma, juga dihadiri Dekan Fakultas Vokasi Universitas Bina Darma.



FGD sendiri menghadirkan berbagai pemangku kepentingan atau stakeholder, baik kalangan industri maupun akademisi. Perwakilan industri berasal dari PT Pupuk Indonesia Holding Company, sementara akademisi  hadir dari Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang, Universitas Multi Data Palembang, serta Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Palembang. 


Adapun tujuan kegiatan tersebut untuk mengevaluasi rancangan arsitektur Sistem Supply Chain Management (SCM) Pupuk Bersubsidi berbasis teknologi blockchain dengan menggunakan pendekatan metode ATAM (Architecture Tradeoff Analysis Method). Melalui FGD ini, para peserta berperan sebagai tim evaluator memberikan berbagai masukan, kritik, dan saran konstruktif terhadap rancangan sistem yang dikembangkan. 



Diskusi ini sendiri berlangsung interaktif membahas berbagai aspek penting, mulai dari keandalan sistem, keamanan data, skalabilitas, hingga kesesuaian implementasi teknologi blockchain dalam distribusi pupuk bersubsidi. Masukan diperoleh itu diharapkan dapat menyempurnakan rancangan arsitektur sistem sehingga lebih optimal dan aplikatif dalam mendukung transparansi serta efisiensi distribusi pupuk bersubsidi di Indonesia. 


Kegiatan FGD ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan solusi teknologi informasi inovatif dan relevan terhadap kebutuhan industri, khususnya dalam mendukung tata kelola distribusi pupuk bersubsidi lebih akuntabel dan efektif. (Satria)

Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)