Ultah Pertama, IMO Indonesia Sumsel Potong Nasi Tumpeng

Berantas Sumsel
By -
0

PRABUMULIH, BERANTASSUMSEL.COM - Sabtu (27/10/2018) merupakan hari bersejarah bagi IMO Indonesia, khususnya IMO-Indonesia Daerah Perwakilan Wilayah (DPW) Provinsi Sumatera Selatan.

Mengingatkan hari ini, yakni dimana hari lahir atau dibentuknya IMO-Indonesia Sumsel dan juga termasuk pula puluhan IMO-Indonesia DPW provinsi lainnya menggelar sama ulang tahun kali pertama secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Ketua DPW IMO-Indonesia Sumsel, Abi Samran, SH dalam sambutannya, tak banyak yang dilakukan pengurus IMO-Indonesia Sumsel dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IMO-Indonesia Sumsel yang jatuh pada 27 Oktober 2018 ini. Selain kegiatan ini dijadikan tempat ajang mempererat silaturahmi media online atau para wartawan, dan begitupun sebaliknya diberlakukan untuk organisasi wartawan/media lainnya.
"Agar wartawan atau Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumsel ini nantinya diupayakan bantuan hukum, jika menemukan masalah saat meliput di lapangan," ujarnya seraya menyebutkan pihaknya siap membantu bagi teman-teman yang ingin mendirikan perusahaan pers online ini.

Namun yang paling terpenting dari semua itu, kegiatan berpusat di kediaman bendahara Jalan Kartini/Gagak, Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur kata Abi Samran begitu ia biasa disapa, terdapat tiga hal perlu digaris bawahi bertepatan dengan moment ini. Pertama, wartawan harus berimbang dalam hal pemberitaan dan netral dalam kontestasi politik 2019 mendatang.
"Sehingga, presiden maupun wakil-wakil rakyat  hasil pemilihan umum (pemilu) yang kita pilih. Nantinya betul-betul pilihan rakyat, alias bukan akibat unsur sesuatu hal lainnya," ungkapnya.

Kedua, jangan sampai para wartawan menerbitkan berita hoax kepada khalayak umum. Terlebih lagi, berita dikeluarkan tersebut berbau ujaran kebencian. Oleh sebab, hal itu bukan jati diri dimiliki bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Dan terakhir, wartawan pun juga tak diperboleh melakukan pladiat/copy paste berita, kecuali diambil dari graup IMO itu resmi," terangnya IMO-Indonesia Sumsel kita siap berubah dengan kerja keras, cepat dan tuntas.

Dikatakannya, sejauh ini baru tercatat sekitar tiga ribuan perusahaan pers online secara nasional. Sementara itu, untuk di Sumsel baru mencapai sebanyal 39 perusahaan yang telah terverifikasi.
"Terima kasih kepada berbagai pihak yang sudah mensupport berjalan suksesnya kegiatan kita. Terutama ucapan ini kita tujukan kepada PT Tanjung Enim Lestari (TEL), yang hari ini juga berkesempatan hadir," tambahnya mengharap agar pihak PT Tel dapat bekerjasama soal terkait uji kompetensi wartawan (UKW) buat seluruh wartawan di kota nanas ini.

Sementara itu, Kepala PT Tel diwakili Joni Sibarani mengakui sudah se-yogya pihaknya membantu IMO-Indonesia Sumsel dan organisasi media lain demi kemajuan organisasi itu sendiri.
"Kami siap membantu. Bukan lantaran menyangkut suatu masalah dan lain sebagainya. Kan, kami memang punya dana corporate sosial responsibility (CSR)," tambahnya pria identik bertopi di kepalanya.

Dia menambahkan, sejauh ini dana CSR tersebut sudah digelontorkan kepada sebanyak 24 desa dibawah naungannya. Dengan adanya hari jadi IMO tersebut, diharapkan nanti lebih mematangkan lagi kinerjanya.
"Terlebih, memang setiap perusahaan ada medianya. Jadi, setahun UKW itu kami laksanakan sebanyak dua kali," tukasnya meminta para kuli tinta ini dapat menyajikanpemberitaan berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan. (Bakron)
Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)