Lagi, Warga Trans Paksa Balik Truk Batubara

Berantas Sumsel
By -
0

MUARA ENIM, BS.COM - Warga Unit 6 Trans Unit 6, Desa Muara Harapan, Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan kembali melakukan terkait penghadangan truk batubara yang melintas di desa mereka.

Warga di desa ini pun sudah berapa kali ditemui pihak perusahaan untuk sekedar mohon izin, namun warga tetap bersikeras menolak jalan desa mereka dijadikan akses untuk lalu-lalang kenderaan pengangkut batubara tersebut.

Apalagi tindakan warga ini didukung setelah dicabutnya Peraturan Gubernur Sumsel Nomor 23 Tahun 2012 serta memberlakukan Peraturan Gubernur Sumsel Nomor 74 Tahun 2018 tentang Melarang Angkutan batubara melintas di jalan umum.

Tapi ironisnya, walaupun Pergub Sumsel Nomor 74 Tahun 2018 yang melarang angkutan batubara menggunakan jalan umum masyarakat masih berlaku. Namun pihak perusahaan batubara masih saja ada yang main kucing- kucingan bahkan truk mereka terkesan nekat melintas.

Seperti perusahaan batubara yang berlokasi di Kampung Sosial, Kecamatan Muara Enim masih berupaya menabrak peraturan gubernur. Truck yang mengangkut batubara dari lokasi tersebut mencoba melintas menggunakan jalan pemukiman warga untuk menuju Jalan Lintas Palembang, Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang menuju Palembang.

Buntutnya, ratusan warga di Desa Muara Harapan Trans Unit 6 kesal dan terjadi lagi penghadangan truk perusahaan batubara yang nekat melintas. Tetapi cukup disayangkan, truk mereka yang mencoba melintas dipaksa putar balik lagi, Sabtu, (18/05/2019) kemarin sekitar pukul 22.30 WIB oleh warga setempat.

Ratusan warga yang melakukan penghadangan berteriak sambil menyuruh putar balik kendaraan pengangkut batubara yang melintas itu.
”Peraturan Gubernur Nomor 74 Tahun 2018 sudah jelas melarang kendaraan pengangkut batubara menggunakan jalan umum masyarakat. Tapi kenapa Perusahaan disini masih melanggar, kami meminta Gubernur Sumsel dan Penegak Hukum untuk  menindak,” ungkap seorang warga yang turun langsung dalam aksi tersebut didampingi sejumlah warga lainnya.
"Sampai kapan pun kami tak akan mengizinkan kendaraan milik mereka (perusahaan, red) mobil batubara melintas di jalan kami ini," tambah pria tersebut yang enggan namanya disebutkan.

Informasi yang berhasil dihimpun, penghadangan ini sempat dikawal ketat aparat kepolisian agar masyarakat yang turun ke jalan memutar balik truk batubara tersebut demi mengantisifasi jangan sampai terjadi anarkis. (Junaidi)
Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)