PRABUMULIH, Berantassumsel.com - Tampak pihak Pertamina EF Asset 2 Kota Prabumulih tengah gencar-gencar memberikan sosialisasi terkait sismik ke warga.
Sismik yang dimaksud, yaitu terkait sosialisasi masalah pengeboran sumur minyak yang akan dilakukan pertamina disetiap desa dan kelurahan ada di kota ini. Tak terkecuali, hal itu juga berlaku di Desa Jungai Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT).
"Besok (Kamis, red) sosialisasi masalah sumur minyak dari pertamina kepada warga dilaksanakan di desa kita," ujar Kepala Desa (Kades) Jungai, Iskandar Z, kepada Sumselnews saat menghadiri pelantikan pengurus Tim PKK Kota Prabumulih Priode 2018-2023 bertempat di Gedung Kesenian Pendopoan Rumah Dinas Walikota Prabumulih.
Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut, kata Iskandar dari berbagai elemen warga setempat. Selain itu, Koramil, Yonzipur, Polres Prabumlih dan bahkan juga termasuk pihak Kementrian Hukum dan Ham turut hadir nanti.
"Masalah yang dibahas tak lain, yaitu masalah ganti rugi lahan terkena imbas pengeboran sumur dan tanam tumbuh warga disekitar lokasi," jelasnya.
"Bukan hanya itu, rumah warga yang retak-retak seandainya nanti ada akibat aktivitas itu. Soal masalah ganti rugi juga kita bahaskan bersama-sama," ungkapnya.
Dikatakannya, terkait masalah ganti rugi pembebasan lahan sesuai dengan perlubang sumur pengeboran.
"Itu hal, setiap poin ganti rugi itu mengacu pada peraturan gubernur (pergub), Nomor 40 Tahun 2017," akunya desanya tersebut memiliki dua dusun.
Serupa diungkapkan Kades Talang Batu Sahril Kanedi. Menurutnya, sosialisasi menyangkut sismik ini baru kali pertamanya dilaksanakan di daerah dibawah kepemimpinannya. Sedangkan, sosialiasi ditingkat Kecamatan RKT sering diberikan pihak pertamina terhadap masyarakat.
"Nah, soal ini kami bersama masyarakat minta kejelasan sebaik-baiknya kepada pertamina. Jangan sampai kemudian harinya, nanti menimbulkan gejola di masyarakat terkait dana pembebasan lahan itu," tambahnya sosialisasi ini digelar pihaknya hari ini (besok, red) Selasa, (25/9/2018).
"Kami juga selaku kades dan seluruh masyarakat mendukung pemerintah masalah aktivitas ini. Oleh sebab, Indonesia sekarang kekurangan pasokan minyak mentah, alias minyak bumi yang ada kebanyakan impor dari negara luar," tukasnya. (Bakron)

Posting Komentar
0Komentar