KPU RI Resmikan Sekolah Demokrasi Prabumulih - Berantas Sumsel

Breaking

Berantas Sumsel

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 08 Maret 2020

KPU RI Resmikan Sekolah Demokrasi Prabumulih


PRABUMULIH, BS.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih, Sumatera Selatan melauching Program Sekolah Demokrasi. Sebelum peresmian program Sekolah Demokrasi KPU Kota Prabumulih mengisi kegiatan dengan Seminar Nasional dengan tema, yakni Penguatan Demokrasi dan Partisipasi Masyarakat, Peran Milenial Ditengah Arus Politik Pragmatis saat ini.

Program Sekolah Demokrasi diresmikan langsung Anggota KPU RI Divisi SDM, Organisasi Litbang dan Diklat oleh Ilham Saputra didampingi Ketua KPU Provinsi Sumatera Selatan serta unsur muspida lainnya.

Peresmian Sekolah Demokrasi Prabumulih ditandai dengan pemukulan gong serta penyematan tanda peserta sekolah demokrasi oleh anggota KPU RI Ilham Saputra. Yang mana acara tersebut bertempat di Pendopoan Rumah Dinas Walikota Prabumulih, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan. Sabtu, (07/03/2020), kemarin.

Ketua KPU Kota Prabumulih, Marjuansyah SIP dalam sambutannya, berharap dengan diadakannya Program Sekolah Demokrasi Kota Prabumulih dapat mendukung suksesnya Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Prabumulih serta Pemilihan Umum nantinya.
"Program sekolah demokrasi merupakan sebagian kecil proses pendidikan politik yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas demokrasi kedepan dan mampu meloloskan diri dari persoalan yang kerap dijumpai pada pemilihan kepala daerah," terangnya.

Untuk angkatan pertama ini terdiri dari dua segmen, yaitu pelajar dan masyarakat umum. Pelajar dari 16 sekolah sebanyak 484 siswa dan umum 76 siswa.

Program sekolah demokrasi ini ada 24 pertemuan diisi dengan tatap muka aliad teoritis dan kunjungan ke Kantor DPRD.
"Semoga program ini berkelanjutan dan berjalan dengan sukses," harap dia.

Masih kata Marjuansyah, Ada juga dengan membuat komunitas yang menolak politik uang atau hoax. Artinya kedepan masyarakat Prabumulih hadir di TPS karena kesadaran penuh berpartisipasi dalam rangka memilih pemimpin yang berkualitas.
"Bukan karena faktor X seperti politik uang," tegasnya.

Meskipun demokrasi di Prabumulih sudah terbilang bagus dengan capaian partisipasi pemilih 83 persen. Namun pihaknya tidak puas capaian dalam angka, tapi terpenting bagi pihaknya tercapai dalam substansi.

Masih di acara yang sama, Anggota KPU RI Ilham Saputra, ia berpesan agar peserta program Sekolah Demokrasi nantinya dapat berperan aktif untuk menyukseskan pemilihan umum dengan cara. Seperti meningkatkan partisipasi pemilih melalui sosialisasi, meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai demokrasi dan bisa menjadi contoh bagi masyakarat lainnya untuk memilih calon yang mempunyai visi dan misi yang tepat.

Selain itu, ILham Saputra juga mengatakan melalui program sekolah demokrasi dapat mencetak kader-kader yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu tidak hanya sekedar berpartisipasi sebagai pemilih semata.
"Keterlibatan masyarakat pada pilkada 2019 sangat minim, padahal partisipasi masyarakat bisa dalam bentuk pengawasan kemungkinan adanya kecurangan dan potensi kecurangan," katanya saat diwawancarai awak media usai acara launnching Program Sekolah Demokrasi Prabumulih.
"Kami berharap lahir kesadaran yang membuat pemilu berlangsung dengan baik yang menjadikan masyarakat sebagai pemilih rasional. Masyarakat memilih pemimpin yang bisa mengubah nasib mereka melalui kebijakan yang diambil pemerintah jika dia terpilih," tukas dia. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here