Minta Lepaskan Babi Jinak Viral Dimedsos - Berantas Sumsel

Breaking

Berantas Sumsel

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 31 Agustus 2020

Minta Lepaskan Babi Jinak Viral Dimedsos


// Musryik Minta Rezeki dengan Babi

MURATARA, BS.COM - Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan merespon viralnya babi hutan jinak sejak beberapa hari terakhir.

Babi tersebut menjadi viral setelah diposting disosial media karena tiba-tiba jinak. Babi itu membuntuti seorang warga dari hutan sampai pulang ke rumah.

Dan terlebih babi itu juga disebut-sebut memiliki beberapa keanehan. Misalnya tak mau pergi dan mengeluarkan air mata saat diusir warga yang dibuntutinya. Keanehan lain seperti tidak mau tidur bila tak disediakan bantal dan selimut.

Bahkan babi itu juga kini diperlakukan seperti manusia dengan dipakaikan baju dan celana, serta diberi makan nasi dan minum susu.

Terkait hal itu Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Muratara, yakni Ikhsan Baijuri berpendapat keanehan yang disebut-sebut ada pada babi tersebut terkesan dibuat-buat.

Menurut dia, babi itu jinak kemungkinan peliharaan orang lain yang lepas dan sudah merasa nyaman dengan manusia.
"Bisa jadi (babi) itu peliharaan orang lain dari kecil, lalu lepas, binatang yang dipelihara sejak kecil pasti jinak," katanya, Senin (31/8/2020) seraya menyebutkan hukumnya adalah haram dan bila menyentuhnya merupakan najis berat.
"Sangat ironis sekali saya lihat dimedia sosial babi itu dikasih baju, digendong-gendong, dipegang-pegang sama anak-anak," imbuhnya.
"Bahkan kabarnya sekarang ingin dipuja, karena kemungkinan bisa menyembuhkan penjakit, itu bisa menyesatkan," kata Ikhsan Baijuri.

Ia meminta kepada warga yang dibuntuti babi itu atau yang memeliharanya saat ini agar melepaskan hewan tersebut ke hutan dan dibiarkan berkeliaran dihabitatnya.
"Saya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengunjungi atau mendatangi babi itu lagi, sudah lepaskan babi itu, kasihan," katanya.

Ikhsan menegaskan, babi bukanlah tempat meminta rejeki atau meminta kesembuhan dari penyakit.
"Memintalah kepada Allah SWT, karena semua berasal dari Allah, kalau mendatangi dan meminta selain kepada Allah bisa menjadi musyrik," tegasnya.

Anggota Persatuan Olahraga Berburu Babi (PORBI) Kabupaten Muratara, Evan berpendapat babi itu diperkirakan memang sering berkeliaran mencari makan disekitaran desa tempat ditemukannya.
"Babi itu sepertinya memang sering cari makan disekitaran situ, jadi tidak takut lagi dengan manusia," kata Evan, Jumat (28/8/2020), lalu.

Namun karena sering berdekatan dengan perkampungan warga, sehingga babi seperti sudah terbiasa dekat dengan manusia.

Apalagi babi-babi hutan disana jarang diburu oleh warga maupun PORBI Kabupaten Muratara.
"Dia jinak mungkin karena babi disana itu jarang diburu, jadi seperti sudah biasa dekat manusia," ujarnya.

Evan juga berpendapat, kemungkinan besar babi yang jinak itu sudah dipelihara oleh warga sejak kecil.
"Kemungkinan juga ada orang di kebun yang dapat sejak kecil, setelah besar ini pergi, makanya dia tidak takut membuntuti manusia," tambah dia. (Aryanto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here