Cerita Kepsek SMPN 6 Prabumulih Masalah Belajar Daring Siswa dan Guru - Berantas Sumsel

Breaking

Berantas Sumsel

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 18 Oktober 2020

Cerita Kepsek SMPN 6 Prabumulih Masalah Belajar Daring Siswa dan Guru


// Belanjar Daring Covid-19 Dinilai Kurang Epektif


- Sejak enam bulan terakhir warga Negara Indonesia dilanda wabah penyakit Virus Corona Disease (Covid-19) tak terkecuali juga termasuk warga Kota Prabumulih Sumatera Selatan, membuat aktivitas belajar siswa tak dilakukan seperti biasanya dengan bertatap muka di sekolah.


Sehingga hal tersebut membuat pengawai atau pun guru dan siswa sedikit bersedih. Hal itu mau tidak mau harus dilakukan warga sekolah, guna semata-mata memutuskan mata rantai Covid-19, berdasarkan aturan yang ditetapkan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, Sumatera Selatan.


Ada sisi positif dan negatif terkait belajar secara online atau lebih dikenal dengan daring ini. Dimana, belajar daring ini dilakukan antara siswa dan guru baik lewat grup whatsapp (WA) dan pribadi.


Sisi positif dengan siswa tak belajar di sekolah, yakni dapat memutuskan wabah penyakit mematikan tersebut. Sedangkan sisi negatifnya ialah siswa tidak dapat menyerapkan materi pelajaran dan pendidikan karekter siswa dari guru dengan maksimal sebagaimana yang selama ini telah membudaya turun-temurun bagi siswa, dan masih banyak lagi permaslahan lainnya.


Oleh karena itulah demi proses kegiatan belajar tetap berlanjut meskipun diikuti murid hanya sebatas belajar daring. Pemerintah pusat dalam hal ini, yaitu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan paket kuota gratis seperti kepada guru dan siswa di SMPN 6 yang berada di Desa Muara Sungai Kecamatan Cambai Kota Prabumulih tersebut. Kuota guru sekitar 50 giga baet (GB) dan siswa 35 GB, yang terbagi 5 umum serta 30 daring.


Bukan cuma itu, juga sebaliknya Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerjasama dengan pihak ketiga menyiapkan jaringan wife disejumlah titik 6 kecamatan yang ada di kota ini. Hal ini dilakukan semata-mata jangan sampai menghambat murid belajar akibat tak mampu buat membeli paket daring itu sendiri. Terlebih lagi buat keluarga siswa yang kurang mampu.

"Meskipun siswa tidak belajar tatap muka di sekolah tepatnya sejak April lalu terdampak corona. Namun sejak itu pun pula proses kegiatan belajar mengajar (KBM) daring setiap guru mata pelajaran (mapel) tetap dilanjutkan lewat daring dari pihak sekolahan kita," ujar Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 6, Fickri SPd, MM, ketika dibincangi Berantas Sumsel.com, Selasa (12/10/2020) di ruangan kerjanya.


Minimal 2 mata pelajaran yang diberikan setiap hari oleh guru, lanjut pria mantan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (Waka Kesiswaan) SMPN 1 Kota Prabumulih, kepada 600-an lebih siswa belajar daring asal kelas 7, 8 dan hingga kelas 9. Itu tentu sepenuhnya diserahkan kepada guru mapel yang bersangkutan.


Berjalan maupun tidaknya proses KBM dalam 6 hari dinas tersebut. Hal itu dapat diketahui dari absen guru kepada dirinya selaku pimpinan di sekolah tersebut. Karena setiap hari guru wajib membuat laporan tandatangan usai mengajar. Baik itu belajar daring/tugas kelompok pribadi siswa itu.

"Nah, selain guru dan murid mendapatkan bantuan paket kuota itu dari pemerintah. Yang mana paket itu ada yang sudah masuk atau pun yang hingga kini belum masuk kenomer handphone (HP) masing-masing. Kita juga disini alias sekolahan menyiapkan jaringan wife. Sama halnya, bertujuannya menyakut supaya mereka (murid, red) kita tak terhalang mengikuti pembelajaran materi," jelasnya seraya menyebutkan tower signal tersebut berada didekat Kantor Kepala Desa (Kades) Muara Sungai Kecamatan Cambai.


Ia menambah, walaupun belajar daring dinilai kurang maksimal 60 persen murid sudah mengikutinya, serta sisa 40 persen lagi akibat ganguan signal, siswa belum punya HP android dan jauh dari pusat kota. Tetapi buat siswa yang kurang puas dengan soal materi pelajaran dari sang guru mereka. Para pelajar boleh menanyakan langsung kembali dengan guru bersangkutan lewat WA pribadinya. Bahkan, diakunya, murid tersebut bisa bertemu dimana saja, asalkan tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, termasuk juga di sekolah dibawah pimpinannya.


Tetapi kalau pertemuan guru dan siswa tersebut di sekolah tentu dibatasi oleh pihaknya. Begipula murid yang rutin piket setiap hari di sekolahnya.

"Memang pekerjaan kita di sekolah ini agak sedikit ringan ketimbang sebelum corona ini. Tapi sangat disayangkan murid dinilai kurang maksimal menerima materi pelajaran semacam kondisi sekarang ini," kata pria yang ramah dan mudah tersenyum itu.


Menurutnya, banyak isu berkembang ditengah masyarakat dari wali murid bahwa guru sejak corona ini guru memakan gaji buta. Padahal, persepsi tersebut dinilai salah besar. Pelajar tidak bisa sekolah sampai saat ini bukan pihaknya menjadi senang. Malah justru sebaliknya bagaimana nasib karekter pelajar kedepannya jika wabah penyakit ini belum tahu kapan berakhirnya.

"Dikatakan makan gaji buta oleh wali murid itu salah betul. Kami di sekolah guru dan pegawai tetap mengerjakan tugas mereka sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Hanya saja siswa yang diliburkan buat belajar di rumah dari pemerintah," imbuhnya libur Covid-19 ini bukan kemauan dari sekolahan, yang melainkan ini kehendak dari Allah SWT.


Lanjutnya, disamping wabah ini cobaan bagi umat manusia. Ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi orang tua murid betapa beratnya tugas para guru dalam mencerdaskan anak-anak generasi penerus Bangsa dan Negara Indonesia nanti.

"Artinya, mendidik anak itu tidaklah mudah yang dinilai selama ini seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kesabaran yang ekstra dan berjiwa besar. Nah, ini barulah berapa bulan selama corona inilah banyak keluarga terutama para kaum ibu menggerutu atau kwalahan mengajarkan anak-anak mereka di rumah saat ada tugas dari guru. Dengan berbagai alasan mulai dari repot mengurusi rumah, anak-anak, suami dan pekerjaan lainnya," ungkapnya sambil mengharapkan Covid-19 di Bumi Seinggok Sepemunyian segera mungkin diakhiri olang sang pecipta langit dan seisi bumi ini. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here