BKSDA Sumsel Sebut Gajah Numpang Lewat, Bukan Ngamuk - Berantas Sumsel

Breaking

Berantas Sumsel

Tegas, Akurat dan Terpercaya

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 10 Maret 2020

BKSDA Sumsel Sebut Gajah Numpang Lewat, Bukan Ngamuk


MURATARA, BS.COM - Laporan warga terkait gajah liar yang merusak kebun warga di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel) direspon pihak berwenang.

Sejak dua pekan lalu, gajah merusak kebun warga di Desa Air Bening, Mekar Sari, Ketapat Bening, hingga ke Desa Tanjung Raja, Kecamatan Rawas Ilir.

Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat turun langsung ke lapangan.
"Kami sudah turun langsung mengecek, memang benar ada gajah liar merusak kebun warga," kata perwakilan BKSDA Sumsel SKW II Lahat, Rusmin Muliadi, Senin (9/3/2020), kemarin.

Rusmin menjelaskan, kerusakan kebun warga bukan dikarenakan aksi gajah yang mengamuk, tapi gajah tersebut hanya lewat sambil memakan tumbuhan yang biasa menjadi pangannya.
"Dia berjalan sambil makan- makanan yang memang menjadi pangannya, bukan ngamuk, apalagi kalau ada sawit muda, pisang, tebu, pasti dia makan," jelas Rusmin.

Berdasarkan hasil penelusuran pihaknya, kebun warga yang rusak tersebut akibat ulah seekor gajah, bukan segerombolan gajah seperti yang ditakutkan warga setempat.

Seokor gajah itu diyakini berasal dari di luar Kabupaten Muratara, karena menurut informasi warga setempat sebelumnya tidak pernah ada gajah di wilayah tersebut.
"Gajahnya cuma satu ekor, kemungkinan ini gajah liar yang nyasar, dia keluar dari kelompoknya, bukan dari daerah sini, karena kata warga tidak ada gajah di sini," ujarnya.

Pihaknya belum bisa memastikan gajah itu berasal dari mana, karena wilayah Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara berbatasan dengan Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel dan Kabupaten Sarolangun Jambi.

Namun, kemungkinan besar gajah tunggal itu berasal dari hutan yang dikelola PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) di Kabupaten Sarolangun Jambi yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara.
"Kami masih berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi, kuat dugaan kami dari Hutan REKI. Kalau dari sana ada gajah yang hilang atau berkurang, nah berarti gajah ini dari Jambi," aku dia. (Aryanto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here