“Penyerahan jenazah dari Kodam II/SWJ ke pihak keluarga sudah dilakukan secara militer di RSK Charitas Palembang. Sekarang jenazah sedang diterbangkan ke Padang,” terang Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/SWJ Letkol Inf Djohan Darmawan kepada Palembang Ekspres, Jumat (7/9).
Sementara, sambung dia, istri dan keluarga Wadanyon Armed 15/105 Tarik Martapura OKU Timur saat ini masih dirawat di RS AK Gani Palembang. Pemakaman sendiri akan dilakukan secara militer.
“Kami sangat berduka atas insiden kecelakaan ini, semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, duka menyelimuti keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Arteleri Medan (Armed) 15/105 Tarik Martapura OKU Timur. Pasalnya, salah satu perwira tingginya yakni Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) Armed, Mayor Arm Ardi meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan.
Kecelakaan yang menimpa Wadanyon Armed 15/105 Tarik terjadi di Desa Metur, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Jumat (7/9) pukul 00.05 WIB. Mayor Arm Ardi S, I, Pem, NRP 11050051260584 meninggal dunia setelah kendaaran dinas Noreg 7348-II yang ditumpangi dikemudikan Pratu Heru Kuncoro menabrak kendaraan truk bak warna kuning Nopol BG 8074 VA yang sedang bongkar muatan bambu.
Informasi yang dikumpulkan di lapangan, Mayor Arm Ardi bersama istri dan anak serta sopirnya Pratu Heru Kuncoro berangkat menuju ke Palembang hendak menghadiri acara pengundian lomba Oramil dalam rangka HUT TNI.
Saat melaju di daerah Metur di depannya ada mobil truk yang mengangkut bambu sedang berhenti melakukan bongkar muat. Karena kaget sopir Pratu Heru Kuncoro berusaha mengerem laju kendaraan secara mendadak. Sayangnya, usaha yang dilakukan tidak berhasil, mobil tetap melaju dan menabrak bak belakang truk sehingga mengakibatkan Wadanyon terbentur bambu di bagian kepala.
Mengetahui ada kecelakaan, warga sekitar bergegas mengevakuasi korban Mayor Arm Ardi ke Rumah Sakit (RS) Bunda Prabumulih. Namun sayang nyawanya tidak tertolong lagi. Sedangkan istri Wadanyon tidak sadarkan diri dan Pratu Heru Kuncoro mengalami luka lecet pada bagian pipi sebelah kiri. Setelah mendapatkan perawatan, jenazah Mayor Arm Ardi dan istri serta Pratu Heru Kuncoro dibawa ke Palembang.
Dansubdenpom Prabumulih, Kapten CPM Syahrial ketika dikonfirmasi membenarkan telah terjadi kecelakaan di Desa Metur, Kecamatan Lubai yang menyebabkan Wadanyon Armed 15/105 Tarik Martapura meninggal dunia. “Ya, benar Wadanyon Armed meninggal dunia karena kecelakaan. Jenazah sudah dibawa ke Palembang meski sempat mendapatkan perawatan di Prabumulih. Untuk kendaraannya masih berada di TKP," tukasnya. (Bakron)

Posting Komentar
0Komentar