Lubang Menganga di Pangkal Jembatan Bahayakan Pengendara

Redaksi BS
By -
0



MURATARA, BS.COM - Kondisi jembatan  penghubung antar Desa sosokan menuju Desa Napal licin, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan (Sumsel), kini kondisinya memprihatinkan.


Jembatan Sungai Bungo menjadi akses satu-satunya bagi masyarakat setempat untuk keluar masuk desa tersebut mengalami menganga dengan kerusakan cukup parah.


Berdasarkan hasil pantauan media Berantas Sumsel di lapangan, Sabtu, (10/1/2026), kondisi Jembantan Sungai Bungo sangat memperihatinkan di karenakan rangkaian besi behel berhamburan di tengah badan jalan. Selain itu, di bagian jalan ujung jembatan juga berlubang berdiameter sekitar semeter dengan kedalaman mencapai 40 centimeter (CM).


Pengendara mobil dan motor melewati jalan tersebut harus mengambil jalur kanan jika tak ingin kendaraan mereka terperosok ke dalam lubang jembatan. Dan, terlebih lagi pengendara sebaliknya pula harus berhati-hati saat melintas pada malam hari, mengingatkan di lokasi jembatan berlubang sama sekali tiada lampu penerangan jalan.


Kondisi jembatan seperti ini dinilai berbahaya bagi pengendara, terutama warga dari Kecamatan Ulu Rawas menuju Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara belum menguasai medan jalan terlebih kendaraan mereka tak memiliki lampu kendaraan bermotor.


Bahkan menurut keterangan warga setempat, pernah ada pengendara sepeda motor nyungsep ke dalam lubang jembatan tersebut disebabkan congkehan besi behel berhamburan alias keluar dari coran semen ujung jembatan.


Sehingga, korban terpaksa dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka cukup serius.

"Setahu saya sudah dua kali pengendara motor masuk lubang ini, karena lubangnya pas dipangkalan jalan menuju Jembatan Sungai Bungo ini," keluh salah satu warga setempat.


Ia menyebutkan, jalan ini berlubang akibat ambles dan mengalami longsor karena timbunan tanah kurang padat dan ditambahkan lagi coran semennya kurang berkualitas. Sebutnya, jembatan ini dibangun pada Tahun 2019 silam dengan kerusakan jalan jembatan sekitar dua tahun terakhir ini. Entah apa kendalanya hingga sejauh ini belum ada terkait perbaikan yang serius dari pemerintah desa (pemdes), pemerintah kecamatan serta bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara terkait.

"Kini kerusakan jalan jembatan bertambah parah sudah mencapai satu meter lebih," cetus pria berinisial (R) enggan disebut namanya itu.


Pengendara lainnya, Sarmin, mengatakan, hal tak jauh berbeda. Diakuinya, masih ada dua desa lagi dihubungkan jalan jembatan ini, yakni Desa Napal Licin dan Kuto Tanjung. Setiap hari lewat jembatan ini untuk keluar masuk desa dengan kondisi besi behel  berserakan seperti ini. Tentu hal ini dapat membahayakan pengendara.


Camat Ulu Rawas, Muhamad Dharmawan menjelaskan, nanti perbaikannya oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muratara.

"Ya, biarlah orang PU saja untuk eksekusi memotong besi ujung jembatan itu. Itukan asset negara, takutnya nanti kita jadi kesalahan. Sekaligus nanti kita minta ditimbun sama dicor kerusakan jalan jembatan tersebut," jawabnya, ketika dikonfirmasi media ini lewar whatsapp (wa) pribadinya. (Man)

Tags:

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)