MURATARA, BS.COM - Kondisi jalan penghubung antar desa di Kelurahan Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan memprihatinkan.
Jalan aspal menjadi akses satu-satunya bagi masyarakat setempat untuk keluar dan masuk desa tersebut mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan hasail pantauan media Berantas Sumsel di lapangan, Kamis (8/1/2026), kondisi jalan berlubang selebar 1,5 meter (M) dengan kedalaman mencapai 45 Centimeter (CM), yang letaknya di Dusun Tanjung Beringin, Dusun Kemang Desa Muara kuis, Kecamatan Ulu Rawas.
Tentu hal tersebut berdampak bagi pengendara khususnya mobil melewati jalan tersebut harus mengambil lajur di luar jalan, jika tidak ingin kendaraan mereka terperosok ke dalam lubang berlubang itu.
Terlebih lagi, pengendara juga harus ekstra berhati-hati saat melintas pada malam hari, karena di lokasi jalan berlubang tidak ada lampu penerangan jalan.
Kondisi jalan seperti ini dinilai cukup berbahaya bagi pengendara, terutama warga dari Kecamatan Ulu Rawas menuju Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara yang belum menguasai medan jalan.
Bahkan menurut keterangan warga setempat, pernah ada pengendara sepeda motor terjungkal ke dalam lubang jalan ini. Korban terpaksa dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis mengalami luka cukup parah.
"Setahu saya sudah dua kali pengendara motor masuk lubang ini, karena lubangnya pas di tengah-tengah jalan, yang lebih parah lagi di depan rumah saya sudah nyaris putus," keluh Agus (50) salah warga setempat.
Dia menyebutkan, jalan ini berlubang akibat ambles dan mengalami longsor karena di bawah jalan terdapat gorong-gorong aliran air.
"Di bawahnya ini ada gorong-gorong, jadi tanah dan aspalnya longsor, lama-lama berbentuk lubang, kini dalamnya sudah mencapai satu meter," ujarnya.
Warga lainnya, Saplin mengatakan, hal tak jauh berbeda. Diakuinya masih ada tiga desa lagi yang dihubungkan oleh jalan ini, yakni Desa Napal Licin, Sosokan dan Kuto Tanjung.
"Diujung sana itu masih ada tiga desa lagi, masyarakat setiap hari lewat jalan ini untuk keluar masuk desa," ujarnya.
Ia menyebutkan, jalan ini berlubang sejak beberapa tahun silam dan belum ada upaya serius pemerintah untuk segera mungkin memperbaiki jalan tersebut.
"Awalnya berlubang kecil, lama-kelamaan semakin melebar sampai kini belum ada tindakan perbaikan serius dari pemerintah kabupaten seperti, ditampal," geramnya.
"Saya bersama masyarakat lainnya mendesak pemerintah terkait buat perbaikan jalan ini. Inikan, untuk kepentingan orang banyak. Janganlah pemerintah seolah-olah menutup mata atas permasalahan dikeluhkan warga ini," harapnya pria tersebut. (Sugi)

Posting Komentar
0Komentar